,

Cara Penerapan Kepribadian Dalam Manajemen Perusahan!

Cara Penerapan Kepribadian Dalam Manajemen Perusahan! – Setiap manusia pasti memiliki kepribadian yang berbeda, baik dari karakteristik, kebiasaan dan masih banyak lagi. Hal ini juga akan berpengaruh pada budaya kerja seseorang, yangmana seseorang akan lebih dominan pada sifat tertentu untuk menunjukkan bahwa ia memang cenderung pada sifat yang tertentu pula. Dalam hal ini, Douglas McGregor…

Cara Penerapan Kepribadian Dalam Manajemen Perusahan! – Setiap manusia pasti memiliki kepribadian yang berbeda, baik dari karakteristik, kebiasaan dan masih banyak lagi. Hal ini juga akan berpengaruh pada budaya kerja seseorang, yangmana seseorang akan lebih dominan pada sifat tertentu untuk menunjukkan bahwa ia memang cenderung pada sifat yang tertentu pula.

Dalam hal ini, Douglas McGregor pernah menyatakan sebuah pernyataan teoritis mengenai motivasi manusia. Teori ini kemudian berguna untuk diimplementasikan dalam identifikasi pola manajemen SDM di perusahaan,  tingkah laku organisasi, komunikasi organisasi dan pembangunan organisasi.

Cara Penerapan Kepribadian Dalam Manajemen Perusahan!

Bagaimana penjelasan mengenai teori motivasi yang kemudian masuk dalam topik Cara Penerapan Kepribadian Dalam Manajemen Perusahaan? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini,

a. Manusia dalam Teori X

Pertama, terdapat teori X yang menjelaskan bahwa sifat asli manusia adalah seorang yang pemalas, tak ingin bekerja dan cenderung menginginkan kesejahteraan yang tinggi. Artinya, manusia (dalam teori X) diterjemahkan sebagai seorang pemalas yang ingin memiliki tingkat kesejahteraan atau gaji tinggi.

Baca Juga: JOIN KURSUS PUBLIC SPEAKING ONLINE TERBAIK!

Jika sebuah perusahaan atau organisasi mengidentifikasi terdapat beberapa karyawannya yang memiliki karakter semacam ini, maka Anda harus melakuka treatment yang intens. Perlakuan seperti tetap mengawasinya, memberikan penekanan terhadap kerja, bahkan ancaman, turut menjadi penjaga untuk memastikan kinerja pegawai.

b. Kategori Teori Y

Kebalikan dari teori X, pekerja yang masuk dalam kategori Y cenderung lebih menjadikan pekerjaan sebagai aktivitasnya sehari-hari. Oleh karena itu, pegawai dengan sifat teori Y ini tidak memerlukan penekanan dan pengawasan ekstra, sebab mereka telah memiliki pengendalian yang stabil.

c. Bagaimana Seharusnya?

Jadi, kitta telah memahami bahwa manusia memiliki kecenderungannya masing-masing saat bekerja. Signifikasinya adalah bagaimana kita dapat mengendalikan dan memanajamen kecenderungan tersebut secara lebih fleksibel.

Baca Juga: INTIWORK, EO JOGJA NO. 1 BERPENGALAMAN!

Misalnya bagi pemilik dominan X, ketika menjalankan fungsi manajemen harus berpindah ke kuadran Y. Sedangkan bagi pemilik dominan Y, ketika berada dalam situasi pergaulan yang santai, maka harus fleksibel untuk menonjolkan dominasi X agar lebih mudah diterima lingkungan.

Kedua kualifikasi ini sebenarnya dipengaruhi oleh 3 faktor, yakni genetika, pola asuh dan pergaulan. Dua faktor pertama menjadi ketetapan yang sulit dirubah, baik genetika yangmana merupakan anugerah, dan pola asuh saat anak kecil dididik.

 

Pilihannya adalah dengan bergabung pada pergaulan yang tepat. Pergaulan dapat menjadikan seseorang akan tahu karakternya, dan bisa menyadari bagaimana realita pada pekerjaan. Kompetenti komunikasi adalah salah satu tuntutan yang wajib.

Tingkatkan potensi ini dengan join Training Komunikasi by TDX. Anda akan dimentori langsung oleh master coach handal & berpengalaman. Segera konsultasi melalui admin di bawah ini, Salam Confidence!

WA: 0821 3432 3274
Email: tdxindonesia@gmail.com