Jangan Canggung, Ini Cara Menghadapi Sesi QnA ! – Pasca menyampaikan sebuah materi dalam sebuah sesi presentasi, selanjutnya pasti akan ada sesi QnA. Sesi QnA sendiri merupakan waktu tanya-jawab antara penanya kepada pemateri atau presenter.
Anda harus bersiap dengan jawaban yang tepat agar dapat memuaskan penanya dan tetap terlihat karismatik. Waspada jika pertanyaan sulit atau memang Anda tidak bisa menjawabnya. Namun, ada cara yang efektif untuk menghadapi momentum ini.

Jangan Canggung, Ini Cara Menghadapi Sesi QnA !
Ketika Anda ditanya dengan pertanyaan yang sulit dan cenderung tidak bisa dijawab, Anda bisa melakukan beberapa teknik menjawab. Yuk, simak Cara Menghadapi Sesi QnA berikut ini,
1. Delay (Menunda)
Ketika Anda ditanya mengenai pertanyaan yang sulit, Anda bisa menunda untuk menjawabnya. Apa manfaatnya ? Tentu, disaat Anda menunda untuk menjawab, misalnya dijawab di akhir acara, Anda bisa memikirkan jawaban yang tepat di sela jeda waktu yang tersedia.
Baca Juga : Ikuti Kursus Public Speaking Jakarta No. 1
Tentu, teknik ini juga berfungsi untuk menjaga “ harga diri ” Anda agar tidak terlihat tidak mampu dan kebingungan. Jangan sampai menjawab dengan kalimat, “Wah ! Maaf, saya tidak tahu jawaban pertanyaan tersebut “. Lantas, bagaimana kalimat yang tepat ?
“Baik, sangat menarik ! Rasanya saya akan lebih memfokuskan pertanyaan ini pada sesi terakhir acara ini ”

2. Deflect (Membalikkan)
Teknik men-deflect ini berfungsi untuk membalikkan pertanyaan kembali kepada si penanya. Teknik ini harus Anda lakukan dengan hati-hati, sopan dan beretorika. Tujuannya, agar Anda bisa mengambil sudut pandang si penanya dan melakukan re-conception jawaban.
Sekali lagi, meskipun Anda tidak tahu harus menjawab apa, teknik ini dapat digunakan supaya Anda tidak terlihat terlau kebingungan dengan ketidaktahuan Anda. Begini cara mengaktualisasikan teknik men-deflect ini,
“Coba utarakan kembali pertanyaan Anda dan bagaimana Anda merespon kejadian tersebut ? Mungkin akan lebih baik saya memahami bagaimana paradigma Anda terkait dengan fenomena tersebut ”
Baca Juga : JOGCLEAN, Jasa Cleaning Service Jogja Recommended !
Jeda pada saat si penanya mengutarakan opininya, dapat Anda gunakan untuk memikirkan apa jawaban yang tepat.
3. Dismiss (Melewatkannya)
Teknik ketiga bisa Anda lakukan ketika memang pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab. Terlebih jika Anda ingin memaksimalkan jawaban dengan data dan wawasan yang lebih kompleks, maka Anda bisa melewatkannya dilain waktu. Misalkan seperti,
“Itu pertanyaan yang sangat kompleks. Saya membutuhkan kumpulan data yang lebih dalam untuk bisa menjawab persoalan tersebut. Mungkin saya belum membaca literatut terkait mengenai topik itu. Semoga kita bisa bertemu kembali dan membahas topik ini lebih intens lagi ”
Lebih baik menjawab seperti itu, daripada dengan kalimat, “Maaf, saya tidak tahu “, bukan ?
Di samping itu, Anda perlu meningkatkan kemampuan communication & public speaking skills, sebab skill ini akan sangat membantu Anda mengolah kata dan melihat situasi yang ada. Anda bisa join Pelatihan Komunikasi by TDX yang akan dibimbing langsung oleh master coach berpengalaman.
Segera konsultasi & registrasi, dan rasakan kelas training bersama Motivator Indonesia terbaik. Salam Confidence !
WA : 0821 3432 3274
Email : tdxindonesia@gmail.com

